SiberWP
Budaya

Haroano Lipu Bukan Milik Kelompok, Panitia Ajak Seluruh Masyarakat Kulisusu Bersatu  

admin · 24 Oktober 2026, 13:48

BUTON UTARA – SIBERWP.COM

Menjelang pelaksanaan tradisi tahunan Haroano Lipu pada 5 November 2026 mendatang, Lembaga Adat Sara Barata Kulisusu bersama Pemerintah Daerah melakukan jumat bersih di Kawasan Benteng Kulisusu, Jumat (23/10/2026).

Selain itu, Polres Buton Utara, SMA Negeri 1 Kulisusu, dan SMA Negeri 3 Kulisusu turut berpartisipadi dalam kegiatan jumat bersih tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan, merawat situs bersejarah, sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Kulisusu.

Pembersihan difokuskan pada area Baruga dan makam leluhur yang menjadi bagian penting dari kawasan adat Benteng Kulisusu.

Ketua Panitia Haroano Lipu, La Ode Herman Iskandar, mengatakan bahwa persiapan panitia untuk menyukseskan kegiatan tahunan tersebut sejauh ini telah berjalan dengan baik.

Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah.

Menurut Herman, Haroano Lipu merupakan tradisi milik seluruh masyarakat Kulisusu, bukan milik kelompok atau golongan tertentu.

Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat.

“Haroano Lipu ini milik seluruh masyarakat Kulisusu. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur dan tolak bala. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada 5 November,” kata Herman kepada media ini, Sabtu (24/10/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan Haroano Lipu tahun ini dipastikan akan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua.

Panitia juga berencana mengundang Kepala Dinas Pariwisata serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Provinsi Sultra, dan UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra.

Selain kegiatan inti Haroano Lipu, sehari sebelum pelaksanaan akan digelar kirab budaya yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi simbol penerimaan terhadap keberagaman suku dan agama serta komitmen masyarakat Kulisusu untuk hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Herman berharap, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Akan tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kulisusu kepada generasi muda dan masyarakat luas.

“Melalui Haroano Lipu, kita ingin menegaskan bahwa budaya adalah milik bersama yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, partisipasi semua pihak sangat penting agar tradisi ini terus lestari,” ungkapnya.

Atas terselenggaranya kegiatan Jumat Bersih, Herman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Polres Buton Utara, SMA Negeri 1 Kulisusu, SMA Negeri 3 Kulisusu, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

“Kami dari Lembaga Adat Sara Barata Kulisusu mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini merupakan wujud kecintaan terhadap budaya dan warisan leluhur yang harus terus dijaga kelestariannya secara turun-temurun,” tutup Herman.